3 Mei 2025

Siaran Pers Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional di Kota Kendari

Hidup Rakyat!!!… Hidup Buruh!!!… Hidup Mahasiswa!!!…

Indonesia saat ini menghadapi masalah serius dalam bidang pendidikan dan ketenagakerjaan. Di satu sisi, akses terhadap pendidikan berkualitas masih menjadi kemewahan bagi Sebagian besar rakyat kecil. Biaya pendidikan yang tinggi, kurangnya fasilitas memadai di daerah tertinggal, serta kurikulum yang tidak responsif terhadap kebutuhan rakyat pekerja membuat pendidikan tidak lagi menjadi alat pembebasan, melainkan simbol keterasingan. Sedangkan untuk, kaum buruh sendiri yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan bangsa justru menjadi korban dari sistem ekonomi yang eksploitatif. Upah murah, sistem kerja kontrak tanpa kepastian, serta lemahnya perlindungan hukum membuat kehidupan buruh kian terhimpit. Banyak buruh yang tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, dan anak-anak mereka pun terjebak dalam siklus kemiskinan yang sama.

Kami dari aliansi Warga Kampus, menyadari banyaknya ketimpangan sosial dan ekonomi yang kemudian menggerakan kami untuk turut mengambil sikap dalam persoalan ini. Ungkapan “Pendidikan Terlantar, Buruh Terhisap” bukan hanya slogan, tetapi gambaran nyata ketimpangan sosial dan ekonomi di negeri ini. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem yang menelantarkan hak-hak dasar rakyat: hak untuk belajar, dan hak untuk hidup layak dari hasil kerja.

Maka dari itu kami menuntut beberapa poin yang menjadi masalah di Indonesia khusunya Sulawesi Tenggara:

  1. Sahkan UU Perppu Perampsan Aset
  2. Berhenti Membuat Kebijakan Tanpa Riset
  3. Kembalikan Hak-Hak Buruh
  4. Transparasi Anggaran Pendidikan
  5. Stop Intimidasi Mahasiswa
  6. Lindungi Hak-Hak Perempuan
  7. Stop Kekerasan Seksual

Kegiatan terselenggara atas kolaborasi Kendari Urban Studies, Jaringan Literasi, Metropilar, Literasi Mahasiswa Tertindas, Lapak Baca Perpustakaan Jalanan, dan Jaringan Perempuan Pesisir Sulawesi Tenggara.

Loading...