Di tengah Ramadan 16 Maret 2024, Jaringan Perempuan Pesisir (JPP) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women Day (IWD) dengan tema “Green Ramadhan” di Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama JPP dengan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan RI, Dana Indonesiana dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Kegiatan ini bukan sekadar buka puasa, tetapi menghadirkan bintang tamu istimewa: Master Chef Laode Saiful Rachman. Tenda di depan sekretariat JPP dipenuhi para ibu-ibu yang menanti aksi Chef Laode.
Sebelum Chef Laode menunjukkan kepiawaiannya, tarian empat suku Sulawesi Tenggara yakni Suku Moronene, Suku Muna, Suku Tolaki, dan Suku Buton“ membuka acara dengan penuh warna. Tarian menunjukkan kolaborasi dan keberagaman budaya masyarakat Sulawesi Tenggara.
Lebih dari Sekedar Memasak: Sebuah Narasi Keberlanjutan
Chef Laode tak hanya aksi penyajian hidangan lezat, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Hidangan ikan steam yang ia sajikan menjadi contohnya. Teknik steaming ini menghasilkan hidangan sehat tanpa mengorbankan rasa, sekaligus mengurangi penggunaan minyak dan lemak.
Lebih dari sekadar memasak, Chef Laode menarasikan dapur sebagai panggung keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Di tengah krisis lingkungan global, ia mengajak para ibu-ibu untuk melakukan perubahan kecil di dapur, seperti memisahkan sampah organik dan plastik, serta mendaur ulang.
Chef Laode tak hanya menawarkan pengalaman kuliner, tetapi juga praktik nyata dalam menjalankan prinsip keberlanjutan. Dapur, menurutnya, bukan hanya tempat untuk memasak, tetapi juga wadah untuk menyebarkan kesadaran dan aksi pelestarian lingkungan.
Chef Laode mengajak kita bersama-sama ubah dapur menjadi agen perubahan positif, demi menjaga kelestarian alam dan kesehatan planet kita.
Dampak Sampah Plastik pada Ekosistem Laut
Laut yang tercemar sampah plastik merupakan salah satu fokus utama Chef Laode. Sampah plastik ini dapat menghancurkan ekosistem laut, menyebabkan kematian ikan, dan mengganggu keseimbangan alam di laut.
Oleh karena itu, Chef Laode menekankan pentingnya menjaga kelestarian laut, terutama karang, mangrove, dan lamun. Keberadaan ekosistem laut yang sehat ini vital bagi kelangsungan hidup ikan dan kelestarian sumber daya alam.
Chef Laode mengajak kita semua untuk mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan, mulai dari hal kecil, seperti memisahkan sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan mendukung praktik-praktik ramah lingkungan di dapur kita masing-masing. Dengan begitu, kita dapat menciptakan perubahan dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan, agar ikan segar selalu tersedia di meja makan.