Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Perempuan Pesisir (JPP) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan acara buka puasa bersama di Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Acara ini dihadiri oleh para perempuan anggota JPP Sultra, dan dimeriahkan dengan materi edukasi tentang pengobatan tradisional dan ragam obat herbalnya oleh Rahmawati, Dosen Kedokteran Universitas Haluoleo Kendari kemarin (17/04/2024). Acara ini terselenggara atas kerjasama JPP Sultra dengan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan RI, Dana Indonesiana dan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP).
Lebih dari sekadar metode penyembuhan, pengobatan tradisional merupakan warisan budaya dan tradisi tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Pengetahuan dan praktiknya diwariskan turun-temurun, menjadi harta karun kearifan lokal yang tak ternilai.
Rahmawati dalam materinya menjelaskan bahwa ciri khas pengobatan tradisional terletak pada pendekatan holistiknya. Kesehatan tak hanya dilihat dari segi fisik, tapi juga mental dan spiritual. Keseimbangan ketiga aspek inilah yang menjadi kunci utama kesehatan dan kebugaran.
Kekayaan Alam untuk Kesehatan
Pengobatan tradisional memanfaatkan kekayaan alam untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit. Tanaman obat, rempah-rempah, dan produk hewan menjadi bahan-bahan utama dalam berbagai metode pengobatan tradisional.
Beberapa contoh metode pengobatan tradisional yang telah teruji selama berabad-abad antara lain ramuan jamu, akupunktur, pijat, dan terapi herbal.
Di era modern, pengobatan tradisional kian digemari karena menawarkan alternatif alami dan aman untuk berbagai penyakit. Obat herbal pun dikategorikan menjadi tiga tingkatan:
- Jamu: Ramuan tradisional yang familiar di masyarakat, umumnya dikonsumsi untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.
- Obat Herbal Terstandar (OHT): Telah melalui proses uji laboratorium dan izin edar resmi, menawarkan keamanan dan efektivitas yang teruji.
- Obat Herbal VITO VARMAKA: Tingkatan tertinggi dalam obat herbal, telah melalui penelitian dan uji klinis ketat, hanya dapat diresepkan oleh dokter.
Rahmawati menyarankan agar masyarakat memilih jenis obat herbal yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan.
Melestarikan Warisan Budaya dan Menjaga Kesehatan
Pengobatan tradisional merupakan warisan budaya bangsa yang tak ternilai. Memahami dan memanfaatkannya secara bijak akan membawa manfaat bagi kesehatan dan kebugaran, sekaligus melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan selama berabad-abad.
Melalui kegiatan ini, JPP Sultra menunjukkan komitmen untuk melestarikan budaya dan tradisi lokal, termasuk dalam bidang pengobatan tradisional.
Acara buka puasa bersama dan edukasi tentang pengobatan tradisional ini merupakan salah satu upaya JPP Sultra dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang warisan budaya bangsa, sekaligus mendorong pemanfaatannya untuk menjaga kesehatan.