16 April 2024

JPP Belajar dan Beroganisasi

Jaringan Perempuan Pesisir (JPP) Sulawesi Tenggara mengadakan kegiatan bertajuk Belajar dan Berorganisasi selama dua hari, 14-15 April 2024 di Pulau Bokori kabupaten Konawe. Kegiatan ini diikuti 20-an perempuan perwakilan kelompok kampung pesisir antara lain: Kampung Mekar Soropia, Kampung Wawatu Moramo, Kampung Talia, Kampung Sambuli, Kampung Tononggeu, Kampung Pulo Pandan, Kampung Lapulu, Kampung Bungkutoko dan Kampung Petoaha.

Koordinator JPP, Wira menjelaskan tujuan kegiatan Belajar dan Beroganisasi itu terutama adalah mewadahi proses berbagi cerita dan pengalaman (refleksi) anggota antar kampung pesisir sambil berwisata di pulau Bokori. Adapun target kegiatan yakni menguatnya komitmen kader JPP dalam mendukung gerakan konservasi lingkungan hidup pesisir melalui 4 program prioritas, yaitu:

  • Pengorganisasian kader melalui pertemuan kelompok, menabung dan usaha koperasi;
  • Pengembangan kegiatan belajar melalui sekolah seni-budaya;
  • Pengelolaan sampah dan konservasi sumber daya ekonomi pesisir;
  • Sosialisasi reforma agrarian perkotaan dimulai dengan pendataan status tanah tempat tinggal.

Kegiatan Belajar dan Berorganisasi tersebut difasilitasi oleh Nawir dan Eril. Nawir yang akrab disapa Awi adalah aktivis KPRM Makassar, anggota jaringan UPC Jakarta. Awi menyajikan topik “organisasi pembelajaran” sebagai pemantik diskusi. Menurutnya, tema organisasi pembelajaran (learning organization) tidak sama dengan istilah “pembelajaran organisasi”.

Organisasi dan Pembelajar
Meskipun berbeda, bukan berarti bertentangan. Belajar tentang dasar-dasar organisasi penting agar peserta mudah memahami tema pembelajaran organisasi. Syarat sebuah organisasi yang diketahui peserta antara lain (a) ada sekumpulan orang (yang memiliki cita-cita dan tujuan yang disepakati); (b) ada pimpinan; (c) ada rencana kegiatan dan pembagian tugas; (d) ada dana kegiatan (logistik). Hanya saja organisasi bisa mandek bahkan bubar disebabkan orang-orang di dalamya tidak mau atau berhenti belajar. Oleh karena itu, organisasi tetap maju karena anggotanya adalah pembelajar. Syarat pembelajar yang dirumuskan peserta antara lain: (a) bersifat terbuka, mau berbagi cerita; (b) mau mendengarkan cerita pengalaman orang lain; (c) suka dan berani bertanya sebelum berpendapat; (d) bertanggung-jawab atas pendapat maupun perbuatannya; (e) menerima kritik dan ikhlas bekerjasama, dan lain-lain.

Disiplin Pembelajaran
Dengan demikian, cara pandang (perspektif) organisasi pembelajaran sangat membantu pegiat organisasi dalam menilai kembali sikap, pengetahuan dan kemampuan setiap orang dalam organisasi.

Misalnya, dalam perspektif organisasi pembelajaran peserta diajak mengenali 7 penyakit dalam organisasai dan solusinya:

Cara ‘mengobati’penyakit dalam organisasi tersebut adalah menjadi “pembelajar”yang bersikap disiplin pada 5 disiplin pembelajaran:

Selain berdiskusi, peserta juga mempraktikkan bagimana sikap ber disiplin dalam pembelajaran:

  • Berpikir kritis, tidak sepotong-sepotong. Trik permainannya adalah menjawab pertanyaan “bagaimana memasukkan gajah ke dalam kulkas”untuk melatih disiplin untuk berai menjawab atau pun melaksanakan perintah sesuai aba-aba (instruksi).
  • Bersikap luwes pada perubahan. Trik permainannya adalah “gajah kecil, semut besar”. Permainan ini melatih konsentrasi (fokus), juga memecahkan kebuntuan (hiburan).
  • Kemampuan berkomunikasi secara efektif (tepat sasaran), yakni bagaimana berbicara (bacarita/prsentasi), dan menggali informasi atau pendapat orang lain.

Rencana Tidak Lanjut
Sesi terakhir kegiatan Belajar dan Berorganisasi dimulai dengan mengenali hubungan organisasi JPP dengan organisasi lain yang dinilai dekat, berpengaruh, dan menjadi mitra kerjasama program.

Penutup

Acara ditutup oleh Koordinator JPP Sulawesi Tenggara pada jam 15.00 Wita. Dengan catatan pengurus JPP bertugas merumuskan langkah pegawasan, monitoring dan evaluasi rencana tindak lanjut (RTL) yang disepakati peserta.#

Loading...