Jaringan Perempuan Pesisir Sulawesi Tenggara (JPP-ST) memperoleh dukungan Program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Pendanaan ini ditetapkan pada awal tahun 2024 dan diimplementasikan selama periode Maret hingga Desember 2024 sebagai upaya memperkuat ekosistem seni budaya berbasis masyarakat pesisir di Sulawesi Tenggara.
Program ini mengintegrasikan riset, pengorganisasian masyarakat, penguatan kapasitas, serta ruang-ruang ekspresi budaya yang melibatkan perempuan, pemuda, seniman, budayawan, akademisi, dan komunitas lokal.
Pelaksanaan Program
Selama masa pelaksanaan, JPP-ST menyelenggarakan berbagai kegiatan yang saling mendukung, meliputi:
- Riset partisipatif di tujuh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara sebagai dasar penyusunan program kebudayaan.
- Festival seni budaya di tiga kampung pesisir yang menampilkan pertunjukan seni, pembacaan puisi, pameran kuliner lokal, dan pameran fotografi.
- Serial diskusi pengembangan ekosistem seni yang membahas buku Perang Suara, praktik kuratorial, serta strategi pemajuan kebudayaan di Sulawesi Tenggara.
- Dua kali penyelenggaraan pentas seni dan Pidato Kebudayaan di Gedung Kesenian Sulawesi Tenggara.
- Simposium kebudayaan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo, Kendari, sebagai ruang pertukaran gagasan antara akademisi, pelaku seni, dan masyarakat.
Hasil Program
Pelaksanaan program memberikan dampak nyata terhadap penguatan organisasi dan partisipasi masyarakat, antara lain:
- Bertambah 180 anggota baru JPP-ST.
- Terbentuk kelompok-kelompok perempuan, kelompok seni kampung, dan kelompok usaha kuliner berbasis pangan lokal.
- Meningkatnya kapasitas 20 Community Leader (CL) dalam kepemimpinan komunitas, teknik pemetaan partisipatif, wawancara, serta pengorganisasian masyarakat.
- Sekitar 100 pemuda, mahasiswa, seniman, dan budayawan terlibat aktif dalam rangkaian diskusi dan kegiatan pembelajaran.
Capaian Kegiatan Seni Budaya
Festival budaya di tiga kampung pesisir berhasil menghadirkan berbagai bentuk ekspresi budaya masyarakat, dengan capaian sebagai berikut:
- Tiga festival seni budaya masyarakat pesisir.
- Pertunjukan seni tradisional dan kontemporer.
- Pembacaan puisi oleh enam peserta.
- Pameran kuliner berbasis pangan lokal.
- Pameran fotografi yang mendokumentasikan kehidupan masyarakat pesisir.
- Partisipasi 20 perempuan dalam pertunjukan seni.
- Keterlibatan 11 kelompok anak dan remaja dalam pementasan tari.
- Jumlah penonton mencapai sekitar 800 orang di lima lokasi penyelenggaraan kegiatan.
- Peringatan Hari Perempuan Sedunia di tiga kampung diikuti sekitar 450 peserta.
Keberlanjutan Program
Program ini menghasilkan sejumlah inisiatif yang berpotensi terus berkembang di tingkat komunitas, di antaranya:
- Terbentuk 10 kelompok usaha kuliner berbasis produk lokal masyarakat pesisir.
- Terbentuk 11 kelompok seni anak dan remaja yang secara rutin mengembangkan seni tari.
- Muncul delapan pelatih seni budaya dari komunitas sebagai penggerak kegiatan di wilayah masing-masing.
- Pelibatan 15 tenaga ahli di bidang gender, lingkungan, dan seni budaya sebagai narasumber, moderator, serta fasilitator selama pelaksanaan program.
Dampak Program
Program Dana Indonesiana memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat pesisir Sulawesi Tenggara, antara lain:
- Menjangkau sekitar 4.000 warga di tiga desa pesisir.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian seni, budaya, dan pengetahuan lokal.
- Memperkuat kolaborasi antara kelompok perempuan, pemuda, seniman, budayawan, akademisi, dan komunitas.
- Meningkatkan eksposur publik terhadap kegiatan kebudayaan masyarakat pesisir melalui 14 publikasi di media lokal, 20 tayangan di YouTube, serta lima liputan media nasional.
Melalui Program Dana Indonesiana, JPP-ST menghadirkan rangkaian kegiatan kebudayaan, untuk memperkuat kapasitas masyarakat pesisir sebagai pelaku utama pelestarian budaya. Pendekatan yang menggabungkan riset partisipatif, pengorganisasian komunitas, pengembangan seni, dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi bagi keberlanjutan gerakan kebudayaan yang berakar pada pengetahuan lokal dan kepemimpinan perempuan di Sulawesi Tenggara.
